Renungan

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam yang berkat kuasa-Nya kita semua bisa bernafas dalam hidup ini.
Shalawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam, keluarga, para sahabat, serta kaum muslimin sekalian yang terus mengikutinya hingga akhir zaman.

“Seorang manusia sejak pertama kali menginjakkan kakinya di bumi ini, maka saat itu ia telah menjadi seorang musafir yang melakukan perjalanan menuju kepada Tuhannya. Dan masa perjalanannya adalah umur yang telah Allah tetapkan baginya.”(IBNUL QAYYIM AL-JAUZIYYAH)

Seandainya dikabarkan kepada anda bahwa malaikat maut akan datang besok untuk mencabut nyawa anda :

*Apa yang akan anda perbuat hari ini?
*Dalam kondisi bagaimana anda akan menyambut kematian esok hari?
*Berapa banyak amal shalih yang sudah anda siapkan untuk menemani anda di dalam kubur?

“Kehidupan di dunia tidaklah dapat dicapai dengan baik, melainkan dengan cara beramal shalih (dalam segala hal), dan bahwasanya petaka perbuatan maksiat akan menghancurluluhkan kebaikan dunia dan akhirat”(Ibnu Hajar)

Saudaraku……
Dalam salah satu nasihat dari umar bin abdul aziz, beliau berkata :
“Jika kalian melewati kuburan, panggilah mereka jika engkau bisa memanggil. Lihatlah betapa berdempetnya rumah-rumah mereka. Tanyakan kepada orang-orang kaya dari mereka, masih tersisakah kekayaan dari mereka? Tanyakan pula kepada orang-orang miskin dari mereka, masih tersisakah kemiskinan dari mereka?
Tanyakan tentang lisan-lisan yang dengannya mereka berbicara, sepasang mata yang dengannya mereka melihat indahnya pemandangan.
Tanyakan pula tentang kulit-kulit lembut dan wajah-wajah yang cantik jelita, juga tubuh-tubuh yang halus mulus, apa yang diperbuat ulat-ulat dibalik kain kafan mereka? Lisan-lisan itu telah hancur, wajah-wajah yang cantik jelita itu telah dirobek-robek ulat, anggota badan mereka telah terpisah-pisah berserakan.
Lalu, dimana pelayan-pelayan mereka yang setia? Dimana tumpukan harta dan sederetan pangkat mereka? Dimana rumah-rumah mewah mereka yang banyak dan menjulang tinggi? Dimana kebun-kebun mereka yang rindang dan subur? Dimana pakaian-pakaian mereka yang indah-indah dan sangat mahal?
Dimana kendaraan-kendaraan mewah kesukaan mereka?
Dimana kolam renang dan telaga pribadi mereka? Bukankah mereka kini berada dalam tempat yang sangat sunyi? Bukankah siang dan malam bagi mereka sama saja? Bukankah mereka sekarang berada dalam kegelapan?
Mereka telah terputus dengan amal mereka. Meraka telah terpisah dengan orang-orang yang mereka cintai, harta, dan segenap keluarganya.
Oleh karena itu, wahai orang yang tak lama lagi akan menyusul kedalam kubur! Kenapa engkau terpedaya dengan dunia? Renungkanlah tentang orang-orang yang telah pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Sungguh mereka sangat berharap ingin kembali hidup di dunia agar bisa menghimpun amal sebanyak-banyaknya. Akan tetapi itu semua tak akan mungkin terjadi karena mereka telah di kubur.”

Saudaraku…..
Dari nasihat panjang tersebut kita dapatkan paling tidak ada dua peristiwa penting yang tak seorang pun bisa lari darinya. Pertama, KEMATIAN. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.
Allah berfirman :
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”(Ali ‘Imran : 185)
Namun tak seorang pun tahu kapan waktu kematiannya tiba. Bisa besok, lusa, atau…….? Yang jelas kematian pasti akan datang, cepat atau lambat. Jika memang sudah ajalnya, tak seorang pun bisa mengundurkannya.
Allah berfirman :
“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.”(Al Munaafiquun : 11)

Kedua, PERHITUNGAN AMAL. Di akhirat nanti, setiap manusia akan dimintai pertanggung jawabannya terhadap amalnya selama hidup di dunia. Kelak amal mereka akan ditimbang dengan penuh ketelitian. Jika amal kebaikan mendominasi, maka dia akan tersenyum bahagia untuk kemudian bisa masuk ke negeri kebahagiaan (surga). Namun jika amal buruk lebih mendominasi, maka ia pun akan menangis penuh penyesalan sambil diseret kedalam kobaran api yang menyala-nyala(neraka).
Allah berfirman :
“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.”(Al Qaari´ah : 6-11)

Oleh karena itu, dalam hidup didunia ini hanya ada dua pilihan untuk kita, pertama, hidup penuh dengan ketaatan kepada Allah SWT agar bisa selamat dunia dan akhirat. Kedua, hidup berbuat maksiat,bermain-main tanpa ibadah, serta mencampuradukan yang hak dan bathil dengan balasan siksa yang pedih dari Allah SWT.

Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sumber : PASPOR KEMATIAN (Jalan Menuju Surga-Mu) karya ABDUL JABBAR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: