Penyakit Umat Islam Sekarang ini adalah Al Wahn

31 07 2010

Penyakit Al Wahn adalah sejenis penyakit berat dan mudah menular. Biasanya menyerang akibat zat anti bodi sebagai aqidah dalam tubuh keislaman kita dalam kondisi lemah. Proses penularan penyakit Al Wahn ini melalui nafas dari mulut kemulut atau bersentuhan dengan tubuh jahiliyyah sebagai bibit penyakit.

Tanda-tanda orang yang terserang penyakit ini akan terlihat loyo, tak bergairah dalam berdakwah, tak mampu bergerak bahkan mati ruh jihad dalam dirinya. Karena penyakit Al Wahn langsung menyerang pada zat anti bodi yaitu suatu zat yang mampu memproduksi zat pertahanan dan zat aktivitas yaitu jihad. Sehingga bila tubuh sudah terserang, perlahan-lahan tubuh akan keropos dan memang penyakit ini sejenis penyakit AIDS ( Aku Ingin Dunia Sungkan Akhirat ) yang saat ini mewabah sebahagian besar tubuh kaum muslimin.

Rasulullah Saw (guru besar serta rektor) Universitas Islam Al Arqom mendefinisikan penyakit Al Wahn ketika ditanya sahabatnya, beliau menjawab : “Cinta Dunia dan Takut Mati”. Alangkah tragisnya apabila tubuh keislaman kita sudah ketularan (terjangkit) penyakit berbahaya ini.

Pepatah bilang,”Tak ada penyakit yang tak ada obatnya” Tak ada masalah yang tak ada pemecahannya. Demikian juga dengan penyakit Al Wahn ini. Akan tetapi untuk penyembuhannya sudah tentu tak semudah membalikan telapak tangan sebab banyak faktor yang harus diperhatikan. Oleh karenanya jalan terbaik dengan mencegah, dan pencegahannya hendaklah dimulai sejak bayi dalam kandungan sampai lahir, hingga dewasa. Peran ibu dan ayah sebagai dokter pribadi anaknya sangat berpengaruh.

Adapun yang sudah tertular penyakit Al Wahn ini maka upaya penyembuhannya hendaklah memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Kondisi Tubuh
Kita tahu setiap muslim mempunyai kondisi tubuh (keislaman) yang berbeda, hal ini ditentukan oleh zat anti bodi (aqidah) masing-masing, Apakah kondisinya dalam keadaan ringan,sedang atau parah.

2. Kondisi Psikologis
Kondisi psikologis menyangkut kemauan atau niat si penderita terhadap kesembuhan, apabila kemauannya kuat maka akan mempercepat proses kesembuhannya, begitu pula sebaliknya.

3. Setiap muslim pada hakekatnya adalah seorang dokter (da’i) hanya kemampuannya berbeda-beda tergantung pendidikan, pengetahuan (pemahamannya terhadap Al Quran dan Assunnah) dan pengalamannya dalam bidang kedokteran (aktivitas dakwah). Oleh karenanya penyembuhan bisa dilakukan dengan sendiri, meskipun tak lepas dengan bantuan orang lain.

4. Alat dan teknik penyembuhan dan perawatan kesterilan alat kedokteran (kesucian media dakwah) – Harus diperhatikan dari segala macam bakteri-bakteri atau virus jahiliyyah – Sebab bila tidak, akan memperburuk keadaan pasien. Demikian pula terhadap teknik penyembuhan atau pengobatan (metoda dakwah) dan perawatan (pembinaan umat) Harus berhati-hati dan penuh ketelitian serta kesabaran untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Kesalahan dan kecerobohan dalam penggunaan alat dan teknik pengobatan dapat menyebabkan talbis. ( Qs.2:42 / 3:71 )

5. Bentuk dan Jenis Penyakit
Secara global penyakit ini ada 2 bentuk, yaitu Cinta Dunia dan Takut Mati. Dari dua bentuk ini terbagi lagi dalam berbagai bentuk, misalnya cinta dunia, harta, wanita / pria, jabatan, keluarga, anak, istri, pekerjaan (perniagaan), rumah / villa (semuanya dalam arti yang salah) Lihat Qs 9 : 24, takut berperang, takut miskin, takut dipenjara dan sebagainya. Disinilah keahlian seorang dokter sangat diperlukan dalam mendeteksi bentuk dan jenis penyakit untuk mempermudah dalam memberikan resep dan teknik penyembuhan yang akan diberikan.

6. Apotik dan Toko Obat
Karena yang berpenyakit adalah tubuh keislaman kita maka obatnya harus yang berasal dari apotik islam jangan apotik jahiliyyah yang sesat dan menyesatkan. Sebab apotik islam obatnya bersumber dari Al Quran dan As sunnah (Qs.7:82) sedangkan apotik jahiliyyah diambil dari ro’yu dan hawa nafsu (filsafat manusia).

7. Rumah Sakit
Rumah dalam keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan kerja, masjid, majlis taklim dan tempat-tempat yang selalu diagungkan ‘Asma Allah bisa menjadi rumah sakit bagi penderita penyakit ini asal layak digunakan (Qs.24:36)

8. Makanan dan Minuman
Untuk mempercepat kesembuhan faktor ini pun harus diperhatikan terutama yang membahayakan tubuh si penderita (yang haram) misalnya : darah, daging babi, bangkai, khamar (minuman yang memabukan) semuanya harus dijauhi (Qs.5:3). Jenis lainnya seperti poster jahiliyyah, surat kabar non muslim, majalah kuffar, buku-buku perusak Aqidah dan apa saja berita-berita fasik yang bersumber dari media elektronik seperti radio, televisi, film dan musik yang akhir-akhir ini banyak menampilkan iklan-iklan sesat dan mempropagandakan (menyebarkan) virus-virus jahiliyyah. Semua makanan tersebut sangat membahayakan bagi kesehatan iman seorang muslim. Sebab dampaknya akan memperburuk kondisi tubuh (aqidah) keislaman. Dalam hal ini penderita sebaiknya memakan makanan dan minuman yang bergizi (Qs.2:172). Makanan yang bergizi itu haruslah mengandung dua unsur yakni yang “halal” lagi “baik” (Qs.2:168) misalnya seperti (Qs.5:4) termasuk juga didalamnya seperti poster, surat kabar, majalah dan buku-buku islam yang dapat memperkokoh Aqidah.

9. Iklim Lingkungan
Iklim lingkungan terbagi dua yakni iklim positif dan negatif. Pada saat ini kedua iklim sangat menentukan jalan proses penyembuhan. Iklim positif diantaranya kegiatan ibadah khos (mujahadatun nafsi), pengajian dan ceramah-ceramah islam, silaturahmi dan lain-lain yang mengarah kepada kebangkitan islam harus terus dihidupkan. Sedangkan iklim negatif seperti perjudian, perzinahan, khamar, penindasan, pemerkosaan, pembantaian dan kezaliman lainnya terhadap umat islam harus dapat membangkitkan ego (militansi) keislaman, militansi persaudaraan (ukhuwah) sesama umat islam, militansi untuk melenyapkan kebatilan dan kemungkaran yang merajalela untuk menegakan Dienul Islam.

Iklim ini harus bisa dimanfaatkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para dokter dalam membasmi penyakit Al Wahn yang telah lama menggerogoti Aqidah umat islam. Dengan begitu orang-orang kufar tak akan berani petantang-petenteng apalagi membantai, memperkosa, menganiaya umat islam. Apabila tubuh umat islam isi sudah sehat dan penyakit Al Wahn sudah sirna oleh ruh jihad, niscaya antibodi ini juga konon ditakuti tubuh penyebar penyakit (tubuh jahiliyyah).

10. Operasi
Bila kondisi tubuh keislaman sudah parah dan harus dilakukan operasi, maka diperlukan dokter-dokter yang berkualitas yaitu Mujahid haq yang beramal atas dasar ikhlas dan sabar karena yang akan dioperasi adalah jutaan bahkan miliyaran umat islam yang tertindas sejak berakhirnya kekhalifahan (Qs.2:153). Inilah Pembaharuan !!!

Sumber : Kata Islam


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: