Dengan Iman,Hijrah,serta Jihad islam akan tegak

25 04 2010

Dengan menyebut Asma Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Segala puji hanya bagi Allah,yg memuliakan islam dengan pertolongan-Nya,yg menghinakan kesyirikan dengan keperkasaan-Nya.Mengatur semua urusan dgn ketetapan-Nya,mengulur batas waktu bagi orang-orang kafir dengan makar-Nya.Yang mempergilirkan hari2 bagi manusia dgn keadilan-Nya,dan yg menjadikan hasil akhir sbg milik orang2 yg bertaqwa dengan keutamaan-Nya.
Shalawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada baginda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam,keluarga,para sahabat,serta kaum muslimin yg selalu mengikuti risalahnya.

“orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. ” (At Taubah : 20)

Dari ayat tersebut dia atas jelaslah bahwa dengan Iman, hijrah dan jihad Islam akan tegak dan mereka mendapat kemenangan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Demikian juga dalam perjuangan Rasulullah dan ummatnya, keberhasilan itu ternyata melalui tiga fase,yaitu:

  1. Pembinaan keimanan
    Selama Rasulullah berada di Mekah, beliau menempa keimanan para sahabat dan ummatnya sehingga benar-benar membaja. Sejak menerima wahyu beliau tidak henti-hentinya membina orang-orang yang telah menerima cahaya Islam mulai secara rahasia di Daarul Arqom bin Arqon sampai kepada terang-terangan yang cukup menimbuilkan reaksi kepada pemboikotan. Dengan bimbingan wahyu yang terus mengalir dan ditempa pula oleh situasi lawan yang cukup garang ternyata keimanan mereka benar-benar teguh dan tangguh laksana batu karang di tengah samudra.
  2. Hijrah
    Sikap hijrah telah mulai dikenalkan dengan adanya perintah : Dan perbuatan-perbuatan dosa itu hendaklah tinggalkan Dengan bekal iman mereka dengan mudah meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak pantar dimiliki seorang Mukmin. Sampai adanya ayat: “Dan sabarlah atas apa yang mereka (kafis Quraisyi) katakan. Dan tinggalkanlah mereka dengan cara hijrah yang baik (QS 73:10)

    Rasulullah menjelaskan: “Orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkaan apa yang dilarang Allah.”
    Segala bentuk kebatilan mereka tinggalkan, mereka pindah menuju kepada kehidupan yang haq. Mereka pertahankan yang haq, mereka siap berjuang membela haq dengan harta dan jiwa mereka. Mereka sudah tidak mengakui lagi pemerintahan jahiliyyah yang batil. Tetapi dengan pimpinan Muhammad SAW mereka bangun Madinah Al Munawarah di kota Yastrib. Kesanalah mereka berhijrah, untuk membangun sebuah lingkungan yang bebas dari kejahiliyahan, dan dapat berkonsentrasi membangun ruhul jihad dengan lebih intensif.

  3. Jihad fi sabilillah
    Dengan dasar Iman dan Hijrah di Madinah mereka membentuk barisan jihad fi sabilillah. Harta dan jiwa mereka dihimpun menjadi kekuatan dahsyat yang menggentarkan musuh-musuh Islam. Perjuangan fisik dan non fisik digelar dengan penataan yang rapih. Satu demi satu ajaran Islam dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Mereka tunduk, rukun, khusyu menata kehidupan dengan satu-satunya aturan hidup yang diciptakan oleh Yang Maha Pencipta. Tidak ada aturan lain yang mampu menandinginya. Disela-sela kehidupan yang aman, tertib dan makmur, jika terompet jihad dikumandangkan, mereka siap meninggalkan kehidupan menuju medan laga, mengadu otot menyambung nyawa, dengan semboyan hidup mulia atau mati syahid. Dengan izin Allah akhirnya penghalang-penghalang da’wah berguguran. Sampai akhirnya Mekkah, sebagai tanah kelahiran Rasul, sebagai pusat ibadah ummat, dapat ditaklukan dengan gemilang.

Berhala Latta, Uza dan Manat sebagai lambang kebesaran pemerintahan Mekkah dihancurluluhkan, sehingga tidak ada lagi yang mengabdikan dirinya kepada lambang peraturan hidup yang mereka ciptakan sendiri itu. Melihat kenyataan seperti itu, penduduk Mekkah tidak bisa berkutik, terpaksa atau sadar akhirnya mereka menerima Islam dan bersatulah Mekkah dan Madinah menjadi Negara Islam yang besar dan berwibawa sehingga diakui dan disegani. Da’wah semakin mantap, akhlaq mereka semakin mulia, negara menjadi subur makmur  dengan penuh ampunan Ilahi.
Sempurnalah perjuangan Rasul dan sampailah satnya beliau undur diri, kembali kepangkuan Ilahi Rabbi. Demikianlah Iman yang benar menimbulkan Hijrah dan hijrah yang benar pasti mudah melaksanakan jihad fisabilillah. Sebaliknya bicara jihad tanpa Hijrah merupakan akrobat yang berbahaya apalagi tanpa dasar Iman, adalah fatamorgana semata. Langkah yang paling mendasar adalah, tumbuhkan jiwa al wara dan al bara

Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: