Kebahagiaan hakiki dengan aqidah

10 04 2010

Orang yg beriman kepada Allah dan mewujudkan keimanan tersebut dalam amal mereka adalah orang yang bahagia di dalam hidup. Merekalah yang apabila mendapatkan ujian hidup merasa bahagia dengan karena mengetahui bahwa semua datang dari Allah Subhanahu Wata’ala dan di belakang kejadian ini ada hikmah-hikmah yg belum terbetik pada diri yg dirahasiakan oleh Allah sehingga menjadikan dia bersabar menerimanya. Dan apabila mereka mendapatkan kesenangan mereka bahagia dengan karena mereka mengetahui bahwa semua itu datang dari Allah yg mengharuskan dia bersyukur kepada-Nya.
Alangkah bahagia hidup kalau dlm tiap waktu selalu dlm kebaikan. Bukankah sabar itu merupakan kebaikan? Dan bukankah bersyukur itu merupakan kebaikan? Diantara sabar dan syukur ini orang2 yg beriman berlabuh dgn bahtera iman dlm mengarungi lautan hidup. Allah berfirman;
Jika kalian bersyukur niscaya Aku akan benar-benar menambah kepada kalian dan jika kalian mengkufuri maka sesungguh adzab-Ku sangat pedih”

Rasulullah Shalallah ‘Alahi Wasallam bersabda:
Dan tidaklah seseorang di berikan satu pemberian lbh baik dan lbh luas dari pada kesabaran”.
Kesabaran itu adl Cahaya

Umar bin Khatthab Radhiyallahu ‘Anhu brkata: “Kami menemukan kebahagian hidup bersama kesabaran”.

Mari kita mendengar heran Rasululah terhadap kehidupan orang2 yg beriman di mana mereka selalu dlm kebaikan siang dan malam:
“Sungguh sangat mengherankan urusan orang yg beriman dimana semua urusan adalah baik dan yang demikian itu tidak didapati kecuali oleh orang yang beriman. Kalau dia mendapatkan kesenangan dia bersyukur mk yang demikian itu merupakan kebaikan bagi dan kalau dia ditimpa mudharat mereka bersabar mk itu merupakan satu kebaikan baginya”.

As-Sa’dy rahilahullah mengatakan: ”Rasulullah memberitakan bahwa seorang yg beriman kepada Allah berlipat-lipat ganjaran kebaikan dan buah dlm tiap keadaan yg dilalui baik itu senang atau duka. Dari itu kamu menemukan bila dua orang ditimpa oleh dua hal tersebut kamu akan mendapatkan perbedaan yg jauh pada dua orang tersebut yg demikian itu disebabkan krn perbedaan tingkat kimanan yg ada pada mereka berdua”. Lihat Kitab Al-Wasailul Mufiidah lil hayati As-Sa’idah halaman 12

Dalam meraih kebahagiaan dlm hidup manusia terbagi menjadi tiga golongan

Pertama orang yg mengetahui jalan tersebut dan dia berusaha utk menempuh walaupun harus menghadapi resiko yg sangat dahsyat. Dia mengorbankan segala apa yg diminta oleh perjuangan tersebut walaupun harus mengorbankan nyawa. Dia mempertahankan diri dlm amukan badai kehidupan dan berusaha menggandeng tangan keluarga utk bersama-sama dlm menyelamatkan diri. Yang menjadi syi’ar adl firman Allah;
Hai orang2 yg beriman jagalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka

Karena perjuangan yg gigih tersebut Allah mencatat termasuk kedalam barisan orang2 yg tdk merugi dlm hidup dan selalu mendapat kemenangan di dunia dan di akhirat sebagaimana yg telah disebutkan dlm surat Al- ‘Ashr 1-3 dan surat Al-Mujadalah 22. Mereka itulah orang2 yg beriman dan beramal shaleh dan merekalah pemilik kehidupan yg hakiki

Kedua orang yg mengetahui jalan kebahagian yg hakiki tersebut namun dikarenakan kelemahan iman yg ada pada diri menyebabkan dia menempuh jalan yg lain dgn cara menghinakan diri di hadapan hawa nafsu. Mendapatkan kegagalan demi kegagalan ketika bertarung melawannya. Mereka adl orang2 yg lbh memilih kebahagian yg semu daripada harus meraih kebahagian yg hakiki di dunia dan di Akhirat kelak. Menanggalkan baju ketakwaan mahkota keyakinan dan menggugurkan ilmu yg ada pada dirinya. Mereka adl barisan orang2 yg lemah imannya

Ketiga orang yang sama sekali tidak mengetahui jalan kebahagiaan tersebut sehingga harus berjalan di atas duri-duri yg tajam dan menyangka kalau yang demikian itu merupakan kebahagian yg hakiki. Mereka siap melelang agama dgn kehidupan dunia yg fana’ dan siap terjun ke dlm kubangan api yg sangat dahsyat. Orang yg seperti inilah yg dimaksud oleh Allah dalm surat Al-‘Ashr ayat 2 yaitu “orang2 yg pasti merugi” dan yg disebutkan oleh Allah dlm surat Al-Mujadalah ayat 19 yaitu “ Partai syaithon yg pasti akan merugi dan gagal”. Dan mereka itulah yg dimaksud oleh Rasulullah dlm sabda beliau:
Di pagi hari seseorang menjadi mukmin dan di sore hari menjadi kafir dan di sore hari mukmin mk di pagi hari dia kafir dan dia melelang agama degan harga dunia

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dalam hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alahi Wasallam diantara adl kebahagian hidup dan kemuliaan ada bersama keteguhan berpegang dgn agama dan bersegera mewujudkan dlm bentuk amal shaleh dan tdk boleh seseorang utk menunda amal yg pada akhir dia terjatuh dlm perangkap syaithan yaitu merasa aman dari balasan tipu daya Allah Subhanahu Wata’ala. Hidup harus bertarung dgn fitnah sehingga dengan ada yg harus menemukan kegagalan diri dan terjatuh pada kehinaan di mata Alllah dan di mata makhluk-Nya.

Wallah ‘Alam


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: