Ma’rifatul Iman

14 03 2010

Iman merupakan syarat diterimanya amal-amal kita,Tanpa iman yang benar, amal yang telah dilakukan tidak bernilai di sisi Allah swt,Sehingga sangat penting bagi kita memahami hakekat iman yang sebenarnya.

Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.(QS.Al Maa’idah : 5)

Dari Aisyah ra, ia berkata : Ya Rasulullah, dahulu di zaman jahiliyah, Ibnu Jad’an gemar menyambung tali silaturahmi, dan memberi makan orang miskin, apakah itu bermanfaat baginya ? Beliau saw menjawab :

Tidak ya Aisyah, sesungguhnya ia tidak pernah sekalipun mengatakan : Wahai Rabbku ampunilah kesalahanku pada hari pembalasan (HR. Muslim III/86 – Syarh Nawawi)

Ta’rif Iman

Diyakini dalam hati, dinyatakan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan.(HR. Ibnu Majah)

Ketiganya harus selalu sinergis :Lisannya membenarkan hatinya, Amalnya membenarkan lisannya

1.Iman Fir’aun : Hati + Lisan

Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah”. Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS.10: 90-91)

2. Iman Abu Thalib : Hati + Amal

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (28:56)

3. Iman Munafiqin : Lisan + Amal

Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shaleh. Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta. (QS.9:75-77)

Menuju Mukmin Sejati

Mengaku diri beriman, memang terasa ringan di lidah siapapun. Namun apakah pengakuan itu “diakui” oleh Allah swt, ini yang tidak gampang…

Ada orang yang menganggap dirinya “telah beriman” pada Al Qur’an maupun kitab sebelumnya, tetapi justru Allah cap mereka sebagai orang yang telah disesatkan syetan dengan penyesatan sejauh jauhnya.

Ini disebabkan karena walaupun mereka mengaku beriman pada wahyu, tetapi tetap saja dalam praktek kesehariannya malah berhukum pada thoghut, padahal sudah diperingatkan untuk kufur kepadanya…

“padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (QS. 2:8-10)

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (QS. 4:60)

Ada Orang yang mengatakan dengan mulutnya  “Kami beriman”, padahal menurut Allah hatinya justru belum beriman, terbukti malah dalam prakteknya mereka malah tergopoh.

gopoh berburu kepada kekafiran …

Ada orang yang malah sampai berikrar kami beriman dan tha’at pada Allah dan Rosul, tetapi Allah menolak pengakuan itu, bahkan dikatakan : Mereka bukanlah orang yang beriman !”. Karena setelah berikrar mereka berpaling…

“Dan mereka berkata:”Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul, dan kamipun ta’at,” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu. Mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.” (QS. 24:47)

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kemudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus. (QS. 4:136-137)

Apakah kita mengaku beriman !

1.Hanya untuk menipu Allah dan mukminin?

2.Sedangkan kita tidak merasa bermasalah dengan tetap bersetia kepada hukum   thaghut?

3.Sedangkan kita masih menyisakan ruang perwalaan (wali) untuk kekafiran?

4.Sedangkan kita berpaling setelah berikrar taat kepada Aturan Allah & RasulNya?

5.Tetapi kita tidak istiqomah dengan iman kita?

Pengakuan Iman Pasti Akan Diuji

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:“Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta [dalam pengakuan imannya itu]. (QS. 29:2-3)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: