Mencari Ridha Allah

19 02 2010

Assallamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Segala Puji hanya bagi Allah Rabb Semesta alam yang atas karunia-NYA kita dapat bernafas dalam hidup ini.
Shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita Baginda Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wassallam,keluarga,para sahabat serta kaum muslimin sekalian yang selalu mengikuti jejaknya hingga akhir zaman.

“Dan tidak ku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada ku”(Adz Dzaariyaat : 56).
Ayat diatas menyuruh kita agar beribadah kepada Allah SWT dan memang tujuan Allah menciptakan kita didunia agar beribadah kepada-Nya.

Ibadah disini bukan hanya sekedar shalat atau puasa doank yang dimaksud ibadah adalah mencari apa-apa yang di ridhai oleh Allah Harus kita capai.Kalau ibadah kita artikan hanya sekedar shalat doank sedangkan kita shalat paling cuma 5 menit perwaktu shalat dikali 5 waktu taruhlah 25 menit kita shalat dalam sehari lantas kemana sisa waktu yang lainnya?sedangkan Allah menciptakan kita untuk beribadah tiap hari selama kita hidup!Kalau kita cuma mendefinisikan ibadah hanya sekedar shalat lalu kemana sisa waktu yang lainnya?Nanti ketika diakhirat Allah akan menanyakan sisa waktu tersebut kita pergunakan.

Mencari Ridha Allah

“Dan di antara manusia ada yang mengorbankan dirinya untuk meraih ridha Allah swt. Dan adalah Allah Maha Penyantun terhadap hamba-hamba-Nya”. (Al-Baqarah: 207)

Ayat ini memberi gambaran konkrit tentang seseorang yang rela mengorbankan segala yang dimilikinya semata-mata untuk meraih ridha Allah dalam seluruh totalitas kehidupannya. Karena ia yakin, ridha Allah merupakan target puncak dari sebuah proses panjang keimanan yang merupakan implementasi nyata dari kesempurnaan takwa.

Dalam suatu riwayat disebutkan ada seorang sahabat yang bernama Shuhaib bin Sinan Ar-Rumi yang rela mengorbankan seluruh yang dimilikinya karena tekanan kaum Quraisy agar ia diperkenankan untuk berhijrah ke Madinah. Shuhaib dihalangi oleh para pemuka Quraisy untuk berhjrah melainkan ia menyerahkan seluruh hartanya kepada mereka tanpa tersisa sedikit pun. Dengan tanpa ragu-ragu, ia meninggalkan hartanya di Mekah semata-mata mengharapkan ridha Allah dari perbuatan hijrahnya yang mulia tersebut.Dan ketika beliau bertemu rasulullah ia pun di puji oleh rasulullah.

Oleh karena itu mulai dari sekarang carilah ridha Allah apa-apa yang diridhai oleh Allah harus kita capai.
Dalam pergaulan sehai-hari kita harus capai apa-apa yang diridhai oleh Allah contohnya:Kita bergaul oleh orang-orang shaleh,Berkumpul di majelis ta’lim,Berkumpul dengan teman-teman dengan membicarakan atau mempelajari islam lebih dalam.

Niatkanlah segala sesuatu hanya untuk mencari ridha Allah,kira-kira apa yang kita kerjakan Allah meridhai tidak ya?Kalau kira-kira niat kita itu baik sesuai dengan tuntunan agama insyaAllah Allah ridha dan kita harus lakukan itu dengan ikhlas dengan tujuan mengharapkan ridha Allah bukan karena memamerkan kebajikan kita kepada orang banyak itu adalah perbuatan Riya memamerkan sesuatu kepada orang banyak.

Hanya itu yang dapat saya sampaikan semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman.Saya mohon maaf apabila ada perkataan dalam tulisan saya yang tak berkenan di hati teman-teman.

Wassallamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: